Postingan

Menemui Senja

Gambar
Aku sering memandang langit Menikmati setiap detik yang teramat manis Mengagumi setiap gurat yang kian terlukis Menjumpainya begitu sederhana Aku hanya perlu berdiam disudut yang paling kusuka Lalu menikmati setiap rona yang menyapa Ya.. langit memang selalu mempesona Memberi rasa disetiap warna Disana.. Bagian terbaik yang kupilih adalah senja Aku selalu menyukai senja Walau terkadang hadirnya tak bertahan lama Aku tetap menyukainya.. Memandang senja selalu memberikan warna Ada rasa yang berkecamuk di dada Aku ingin menemuinya lebih lama Depok, 20.09 Mari berdamai dengan hati~

Barangkali Saja

Gambar
Barangkali kita sedang berpura-pura Menghibur diri bahwa kita sedang baik-baik saja Barangkali kita sedang berpura-pura Bermain dengan hujan hanya untuk menutupi tangis saja Barangkali kita sedang berpura-pura Tersenyum dibalik senja hanya untuk menutupi luka Barangkali kita sedang berpura-pura Ah.. mungkin itu hanya perasaanku saja

Sebuah Aksara

Gambar
Dibersamai teman shalihah adalah kebahagiaan Bagai tanah tandus yang disirami hujan Hadirnya selalu dirindukan Dibersamai teman shalihah adalah impian Bagai kertas putih yang mendapatkan pena Setiap hadirnya memberikan warna Dibersamai teman shalihah adalah keberkahan Bagai bunga yang mempunyai tuan Setiap cintanya menumbuhkan keindahan Barangkali kita memang begitu Dipertemukan Tuhan untuk saling menguatkan Terima kasih karena telah menjadi alasan bahwa dibersamai teman yang shalihah itu menentramkan~ Depok, 20.20 Menemui senja

Sisyphus

Gambar
Lelaki itu, Sisyphus namanya. Selama berabad-abad dalam peradaban Barat, nama dan kisah ini menjadi lambang perjalanan hidup manusia yang nirhasil dan tanpa makna. Lelah menyiksa sekaligus tak berguna. Harapan yang setapak-tapak sampai puncak namun sekerja sirna. Sia-sia sekaligus mengerikan. Tapi Albert Camus dalam esainya yang terbit di Perancis pada tahun 1942, Le Mythe de Sisyphe , menuliskan renungan yang membuat kita berkernyit. “Kita harus membayangkan,” ujar Camus, “bahwa Sisyphus berbahagia.” Lahirlah dari tangan Camus kemudian “absurdisme”, aliran filsafat dengan inti fahaman berupa sia-sianya pencarian makna, kesatuan, dan kejelasan dalam menghadapi dunia yang tak terfahami, yang tanpa Tuhan dan kekekalan. Kebahagiaan, bagi Camus, ada di dalam diri, berasal dari ketenangan, ketidakmelekatan, kebebasan dari segalanya, dan penerimaan akan yang absurd. Dunia dan penghidupan kita hari ini, kata Camus, sering lebih absurd dari apa yang di alami dan dikerjakan Sisyph...

Jendela Perjalanan

Gambar
“Perjalanan adalah hal yang membosankan!” Ungkap seorang gadis suatu ketika ** Dia adalah seorang gadis yang baru saja tumbuh menjadi gadis remaja. Masa dimana kebebasanlah yang menjadi prinsip utama. Dia sudah tak mau di atur ini dan itu oleh sang ibundanya. Begitupun dengan tempat sekolahnya, dia mencoba menentukan sendiri apa yang menjadi prinsip dan kemauannya itu. Menentukan kemana dia akan melanjutkan sekolah. Dengan pilihannya. Ya, gadis remaja itu sekarang mulai memasuki masa SMA. Sekolah tempat dia menuntut ilmu, kini jauh dari tempat dia tinggal. Lebih dari 20 km jaraknya. Jarak terjauh yang pernah dia tempuh untuk bersekolah. Sebab tempat dia bersekolah sebelumnya tak jauh dari tempat tinggalnya. Bahkan dari gerbang sekolahpun, atap rumahnya dapat terlihat. Tapi ini pilihannya. Memilih melanjutkan SMA dengan pilihannya sendiri. Walau ada SMA yang lumayan dekat dari tempat dia tinggal. Mungkin hanya berjarak 5-8 km. Tapi, pilihannya tak bisa diganggu...

Manis, Harum, Lembut

Gambar
Persaudaraan adalah mu’jizat, wadah yang saling berikatan Dengannya Allah persatukan hati-hati yang berserakan Saling bersaudara, saling merendah lagi memahami, Saling mencintai, dan saling berlembut hati   -Sayyid Quthb- Di perjalanan , pemuda itu terbiasa menyapa dan mengajak bicara siapa saja yang berdiri di dekatnya ataupun duduk di sebelahnya. Setelah itu, tergantung lawan bicara; jika mereka merasa nyaman, dia akan mengerahkan kemampuannya berakrab-akrab. Dia akan hanyut bersama mereka dalam perbincangan mengasyikkan. Tapi, jika yang disapa terlihat merasa terganggu, dia akan kembali mengakrabi buku yang telah dia siapkan. Sebelum meletakkan bagasi di ruang penyimpanan atas, dia tak pernah lupa membuka tas punggungnya, mengeluarkan sebuah buku dan melemparnya ke kursi. Setelah itu duduk. Hari itu, yang duduk di sampingnya dalam penerbangan Jakarta-Singapura tampak tak biasa. Seorang ibu. Sudah cukup sepuh dengan keriput wajah mulai menggayut. Kerudungny...