Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2015

Sisyphus

Gambar
Lelaki itu, Sisyphus namanya. Selama berabad-abad dalam peradaban Barat, nama dan kisah ini menjadi lambang perjalanan hidup manusia yang nirhasil dan tanpa makna. Lelah menyiksa sekaligus tak berguna. Harapan yang setapak-tapak sampai puncak namun sekerja sirna. Sia-sia sekaligus mengerikan. Tapi Albert Camus dalam esainya yang terbit di Perancis pada tahun 1942, Le Mythe de Sisyphe , menuliskan renungan yang membuat kita berkernyit. “Kita harus membayangkan,” ujar Camus, “bahwa Sisyphus berbahagia.” Lahirlah dari tangan Camus kemudian “absurdisme”, aliran filsafat dengan inti fahaman berupa sia-sianya pencarian makna, kesatuan, dan kejelasan dalam menghadapi dunia yang tak terfahami, yang tanpa Tuhan dan kekekalan. Kebahagiaan, bagi Camus, ada di dalam diri, berasal dari ketenangan, ketidakmelekatan, kebebasan dari segalanya, dan penerimaan akan yang absurd. Dunia dan penghidupan kita hari ini, kata Camus, sering lebih absurd dari apa yang di alami dan dikerjakan Sisyph...

Jendela Perjalanan

Gambar
“Perjalanan adalah hal yang membosankan!” Ungkap seorang gadis suatu ketika ** Dia adalah seorang gadis yang baru saja tumbuh menjadi gadis remaja. Masa dimana kebebasanlah yang menjadi prinsip utama. Dia sudah tak mau di atur ini dan itu oleh sang ibundanya. Begitupun dengan tempat sekolahnya, dia mencoba menentukan sendiri apa yang menjadi prinsip dan kemauannya itu. Menentukan kemana dia akan melanjutkan sekolah. Dengan pilihannya. Ya, gadis remaja itu sekarang mulai memasuki masa SMA. Sekolah tempat dia menuntut ilmu, kini jauh dari tempat dia tinggal. Lebih dari 20 km jaraknya. Jarak terjauh yang pernah dia tempuh untuk bersekolah. Sebab tempat dia bersekolah sebelumnya tak jauh dari tempat tinggalnya. Bahkan dari gerbang sekolahpun, atap rumahnya dapat terlihat. Tapi ini pilihannya. Memilih melanjutkan SMA dengan pilihannya sendiri. Walau ada SMA yang lumayan dekat dari tempat dia tinggal. Mungkin hanya berjarak 5-8 km. Tapi, pilihannya tak bisa diganggu...

Manis, Harum, Lembut

Gambar
Persaudaraan adalah mu’jizat, wadah yang saling berikatan Dengannya Allah persatukan hati-hati yang berserakan Saling bersaudara, saling merendah lagi memahami, Saling mencintai, dan saling berlembut hati   -Sayyid Quthb- Di perjalanan , pemuda itu terbiasa menyapa dan mengajak bicara siapa saja yang berdiri di dekatnya ataupun duduk di sebelahnya. Setelah itu, tergantung lawan bicara; jika mereka merasa nyaman, dia akan mengerahkan kemampuannya berakrab-akrab. Dia akan hanyut bersama mereka dalam perbincangan mengasyikkan. Tapi, jika yang disapa terlihat merasa terganggu, dia akan kembali mengakrabi buku yang telah dia siapkan. Sebelum meletakkan bagasi di ruang penyimpanan atas, dia tak pernah lupa membuka tas punggungnya, mengeluarkan sebuah buku dan melemparnya ke kursi. Setelah itu duduk. Hari itu, yang duduk di sampingnya dalam penerbangan Jakarta-Singapura tampak tak biasa. Seorang ibu. Sudah cukup sepuh dengan keriput wajah mulai menggayut. Kerudungny...

Sajak Rembulan

Gambar
Aku mengagumi rembulan Meski tak setiap malam aku menatapnya Terkadang aku lupa untuk sekedar menengok ke jendela saat di bilik peraduan Terkadang akupun lupa untuk sekedar menengadah ke atas saat malam dalam perjalanan Tapi, hadirmu dapat selalu aku rasa Dengan at aupun tan pa men yapa Aku tahu Rembulan tak pernah lelah berhenti menyinari Memberikan sinar terbaik yang Allah titipkan padanya Meskipun tak semua orang menyadari dan mensyukuri C inta yang Allah berikan melalui sinar-Nya Melaluimu aku belajar Belajar untuk peka terhadap apa yang ada di sekelilingku Belajar untuk bersyukur dengan apa yang Allah hadirkan Aku percaya Rembulan tak pernah meminta agar semua mata yang memandang mengaguminya Ia hanya taat dengan apa yang telah Allah tuliskan padanya Sebab, membuat setiap mata yang memandang tersenyum saja, itu sudah dari cukup Depok, 7 November 2015