Jangan katakan Daun tak akan Berguguran (kembali)
Jika kau melihat pohon, tentu tak akan terpisahkan
dengan daun yang menghiasi rerantingannya. Daun memberikan warna hijau cantiknya
diantara rapuhnya ranting pada sebuah pohon. Menutupi yang lemah dengan yang
indah. Ya, itulah karya Allah sang Maha Pemberi Mahabbah. Dengan adanya daun,
tentulah menjadikan pohon lebih indah dan sejuk bagi siapa saja yang memandang.
Entah itu bagi mereka yang hanya menatap sepersekian, atau bagi mereka yang
duduk bersenderan.
Namun
ternyata, meski ia (daun) memberikan keindahan. Pada waktunya, daun yang tumbuh
di ranting akan berguguran. Cepat ataupun lambat. Tak ada daun yang tak
berguguran. Ia akan jatuh, menghilang, dan teruraikan. Namun, tentulah ranting
tidak akan khawatir. Karena ia tahu, bahwa daun yang jatuh berguguran suatu
saat akan tergantikan. Akan tumbuh (kembali) daun yang akan menutupi
kerapuhannya dengan cara yang sama. Memberikan keindahan dan kesejukan. Setelah
itu, ia akan berguguran kembali. Seperti semula. Pada masanya.
Ya,
tak ada yang salah dengan daun yang tumbuh dan berguguran. Karena itu hakikat Sang
Maha Melihat. Dan daunpun tak pernah berjanji tak akan berguguran pada ranting
dan pohon. Jadi, tidak ada yang saling mengkhawatirkan. Tidak saling
mengecewakan. Tidak pula saling mengharapkan. Ia hanya tumbuh dan jatuh
mengikuti takdir yang telah Allah tuliskan untuknya. Menunaikan tugasnya sebaik
yang ia bisa. Tanpa janji, besok akan tumbuh kembali. Cukup memberikan apa yang ia bisa. Itu saja.
Begitupun
dengan kita, jangan pernah berjanji untuk sesuatu yang belum tentu kita bisa tepati.
Jika kamu pergi. Pergilah. Kerjakan yang memang harus kamu kerjakan. Ambil saja bagianmu, sisanya biar Allah yang Menentukan. Agar tak ada angan yang terabaikan. Tak
ada hati yang tergadaikan.
Jikapun
kita ingin kembali, maka ucapkanlah ‘in
syaa Allah’ (jika Allah mengizinkan). Itu sudah lebih dari cukup.

Komentar
Posting Komentar