Ahamiyyatusysyahadatain (Dua Kalimat Syahadat)
Syahadat merupakan ikrar kepada
Allah SWT dengan mematuhi segala perintah Allah SWT.
Syahadat harus di ikrarkan,
karena syahadat tidak akan sah apabila tidak di ikrarkan. Hal tersebut
sebagaimana kisah Abu Thalib (paman Rasulullah).
Abu Thalib membela Nabi dengan
jiwa raganya dalam berdakwah. Ketika Nabi Shallallahu alaihi wassalam dan
pengikutnya di hadang di sebuah lembah. Lalu datanglah Abu Thalib dengan tegar
berkata: “Kalian tidak akan dapat menyentuh Muhammad sebelum kalian
menguburkanku”. Abu Thalib selalu setia mendampingi Nabi. Beliau adalah orang
yang banyak membantu perjuangan dakwah Islam. Abu Thalib ketika mau meninggal
dunia berwasiat kepada keluarganya untuk selalu berada di belakang Nabi dan membelanya
untuk menenangkan dakwahnya.
Dalam Hadist riwayat Bukhari dan
Muslim dijelaskan bahwa Abi Thalib menjelang wafatnya diperintahkan oleh Nabi
Saw untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Namun Abu Jahal dan Abdullah Ibn
Umayyah memperingatkan Abi Thalib untuk tetap berpegang teguh pada agama Abdul
Muthalib. Hingga hembusan nafas terakhir, Abi Thalib tidak mengucapkan kalimat
syahadat. Dan Ia wafat sebagai orang yang kafir.
Dari kisah tersebut jelas bahwa
meyakini kebenaran Islam saja tidak cukup untuk menjadikan seseorang sebagai
seorang muslim, akan tetapi orang tersebut haruslah mengucapkan dua kalimat
syahadat.
v
Urgensi Syahadat
1.
Syahadat merupakan pintu masuk Islam
Benar
memang syahadat merupakan pintu masuk Islam, namun apakah seseorang yang sudah berasal
dari keluarga yang memeluk agama Islam harus mengikrarkan dua kalimat syahadat
pula? Jawabannya tidak, karena Rasulullah saw bersabda:
“Setiap bayi yang dilahirkan itu dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang
tuanyalah yang menjadikan ia Yahudi, Nasrani atau Majusi.” (HR.
Bukhari)
2.
Menjadi dasar atau landasan seluruh ajaran Islam
Setiap
ibadah harus diyakini bahwa ibadah kita akan diterima oleh Allah SWT.
3.
Sebagai asas perubahan
Dalam hal
ini contohnya adalah bangsa Arab, yaitu bangsa Arab sebelum datangnya agama
Islam mereka masih dalam kejahiliyahan.
4.
Hakikat dakwah Rasul
-
Rasulullah membawa risalah
sebelumnya dan menyampaikan tauhid.
-
Q.S. As-Syura ayat 13
5.
Syahadat merupakan
keutamaan yang besar
-
Q.S. Ibrahim ayar 24-25
Artinya : [24] Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana
Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik,
akarnya kuat dan cabangnya (menjulang ke langit),
[25] (pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap
waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia
agar mereka selalu ingat.
v Makna Tauhid
(Keimanan)
1.
Tauhid Ar-Rubbubiyyah
-
Tauhid tersebut menjelaskan makna Rabb (sebagai
pencipta, pembina, pemilik, Tuhan)
-
Dalam tauhid ini, seseorang baru sampai meyakini
adanya Allah SWT.
-
Q.S. Al-Ankubat ayat 61 dan 63
Artinya :
[61] Dan jika engkau bertanya kepada mereka, “Siapakah
yang menciptakan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan? ” Pasti mereka akan menjawab, “Allah.” Maka mengapa mereka bisa
berpaling (dari kebenaran).
Artinya : [63] Dan jika kamu
bertanya kepada mereka, “Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu
dengan (air) itu dihidupkannya bumi yang sudah mati?” Pasti mereka akan
menjawab, “Allah.” Katakanlah, “Segala puji bagi Allah,” tetapi kebanyakan
mereka tidak mengerti.
2.
Tauhid Al-Huluiyyah
-
Merupakan tauhid ibadah
Dalam tauhid
ini sudah adanya pemaknaan Illah (pelaksanaan), yaitu sudah dalam bentuk ibadah
(segala sesuatu yang dicintai dan diridhoi Allah SWT, dilakukan melalui
perkataan atau perbuatan, dinyatakan oleh lisan atau dipikirkan dalam hati).
3.
Tauhid Sifatullah
-
Dalam tauhid ini sudah meyakini bahwa Allah
memiliki sifat-sifat seperti dalam Asmaul Husna.
v Maaiyatullah
(Kebersamaan)
-
Q.S. An-Nisa’ ayat 108
Artinya :
Mereka menyembunyikan (kejahatan mereka) daripada manusia, dalam pada itu
mereka tidak menyembunyikan (kejahatan mereka) daripada Allah. Padahal Allah
ada bersama-sama mereka, ketika mereka merancangkan pada malam hari, kata-kata
yang tidak diridhai oleh Allah. Dan (ingatlah) Allah sentiasa Meliputi
PengetahuanNya akan apa yang mereka lakukan.
-
Q.S. Al-Hadid ayat 4
Artinya : Dialah yang menciptakan langit dalam enam
masa; kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia mengetahui apa yang
masuk kedalam bumi dan apa yang keluar dari dalamnya, apa yang turun dari
langit dan apa yang naik kesana. Dan Dia bersama kamu dimana saja kamu berada.
Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
-
Q.S. Al-Baqarah ayat 153
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah
pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang
yang sabar.
-
Q.S. Al-Baqarah ayat 196 (Allah
bersama orang-orang yang bertaqwa)
Komentar
Posting Komentar